Progres Belajar Bahasa Inggris

 

Dua belas tahun mata Pelajaran ini diajarkan di sekolah sepertinya sudah lebih dari cukup. Tetapi tidak dengan di Indonesia, ini menjadi lebih parah Ketika kurikulum yang buruk serta tidak konsisten juga minat belajar siswa yang rendah terhadap Pelajaran ini. Teori tanpa praktek adalah hal yang merugikan juga membuang-buang waktu. Secarik kertas tentang pola kata serta kosa kata esok harinya lenyap begitu saja dari ingatan. Tanpa kita sadari bahwa ini adalah salah satu aspek terpenting Dalam mempelajari semua ilmu pengetahuan. Sumber belajar yang kita didapatkan Ketika menguasai Bahasa ini menjadi tidak terbatas. Percayalah dunia ada digenggamanmu.




Sejujurnya hanya sedikit hal yang saya pelajari di sekolah, selain karena membosankan juga terlalu terikat dengan beberapa hal seperti rumus ataupun aturan. Sumber belajar yang kita pelajari hanyalah dari buku, buku dan buku. Padahal ada banyak sekali sumber belajar yang bisa di akses oleh para pengajar secara gratis. Benar-benar hampir tidak ada, bagaimanapun ini menjadi lebih sulit karena kita tidak memiliki tujuan yang jelas. Mungkin tujuan yang paling jelas adalah untuk lolos dari ujian, lagi-lagi selembar kertas. Padahal ini merupakan Bahasa, inti dari Bahasa adalah komunikasi, meskipun kita tahu ada beberapa aspek lain seperti bacaan ataupun tulisan.

Study and Learn

Dalam Bahasa Indonesia dua kata tersebut adalah belajar. Tetapi Dalam Bahasa Inggris kata tersebut memiliki arti yang berbeda, study adalah belajar dengan tujuan untuk menempuh suatu test ataupun ujian sementara learn adalah belajar dengan niat untuk di praktekan langsung Dalam kehidupan. Keduanya merupakan hal yang berbeda dan Dalam mempelajari Bahasa, learn adalah kata yang tepat. Learning English, terdengar lebih baik daripada study English.

Perjalanan saya memepelajari Bahasa Inggris cukup sulit, Ketika saya masih SMP kelas 9 dan dihadapkan dengan ujian ke jenjang SMA saya belajar sangat gila pada saat itu. Tanpa bimbingan belajar dari tutor saya mempelajarinya sendiri secara nekat. April 2018, saya masih ingat itu adalah misi yang mustahil(mission Imposible), saya menulis di kertas kata tersebut di kamar dan saya masih selalu ingat bahwa ada beberapa hal yang kita remehkan, tanpa terkecuali adalah Batasan manusia untuk menembus apa yang mereka pikirkan dan saya belajar bahwa begitu mengerikannya otak manusia Ketika serius. Orang yang mendapat rata-rata nilai 5 dan ditempatkan di kelas 10 dari 13 sesuai peringkat ujian, menjadi orang dengan nilai cukup baik pada saat itu. Saya mendapatkan nilai ……. Pada saat itu, bermodalkan buku paket saja saya mampu, meskipun saya tahu bahwa skill bahasa inggris saya masih buruk.

Lanjut ke SMA tahun pertama masih sama, saya terkadang bermain-main dan sejujurnya jarang sekali belajar. Barulah di tahun kedua saat terjadi pandemic, Bahasa inggris saya menjadi lebih baik, bukan karena sekolah tetapi karena Youtube. Saya sering sekali menghabiskan waktu saya untuk menonton Youtube, content yang sering saya lihat adalah content berbahasa Inggris, apapun baik film, self-improvement serta sepak bola. Dan tanpa saya sadari skill saya terutama dalam belajar Bahasa inggris menjadi lebih baik terutama dalam aspek listening, dan reading. Ini tidak lepas dari sumber belajar yang melimpah juga menarik.

Sekarang saat diperkuliahan saya tinggal menambal hal yang masih kurang dari Bahasa inggris saya terutama dalam aspek speaking, juga beberapa grammar serta kosakata formal yang masih belum saya mengerti. Saya berlatih setiap hari, tentunya jika ada waktu luang. Saya ingin sekali memanfaatkan waktu luang sebaik mungkin. Dan jika kalian memiliki waktu silahkan berkunjung ke halaman pinterent saya yang juga membahas Bahasa inggris dalam bentuk infografis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Mengikuti Perencanaan Keuangan Syariah untuk Pribadi dan Keluarga dari IARFC

Masih Teringat Meskipun Sudah Berhenti

Inception dan Tiktok