Pengalaman Mengikuti Perencanaan Keuangan Syariah untuk Pribadi dan Keluarga dari IARFC
Bismillah
Minggu, 25 Juni 2025 yang bertepatan dengan perayaan parade
juara Persib Bandung di liga Indonesia saya diam di rumah seharian. Disaat
jalanan diselimuti lautan biru, saya duduk manis menggengam pulpen dan catatan
menghadap laptop. Dan sejujurnya itu terbayar, karena saya mengikuti kelas dari
IARFC Indonesia.
IARFC (International Association of Registered Financial
Consultants) sendiri merupakan asosiasi internasional yang didirikan pada tahun
1984 dan diakui di lebih dari 30 negara. Organisasi ini bertujuan untuk
mencetak perencana keuangan yang kompeten, berintegritas tinggi, dan
berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Saya sebenarnya mengikuti kelas ini karena memang suatu
keharusan. Dimana salah satu persyaratan di prodi saya untuk mengikuti sidang
diharuskan memiliki 1 sertifikasi Internasional. Dan sebenarnya kelas ini cukup
baik dari yang saya perkirakan.
Sebagai mahasiswa dari prodi Ilmu Ekonomi dan Keuangan
Syariah. Saya mengetahui beberapa teori dan istilah dari ekonomi dan keuangan
syariah. Apalagi terkait perencanan keuangan yang selalu disinggung dalam
perkuliahan. Mengira bahwa akan membosankan namun saya mendapat sesuatu yang
menarik dan menyenangkan. Salah satu yang membuatnya luar biasa adalah terkait
praktinya dalam kehidupan.
Aktivitas yang kita Jalani sehari-hari bisa bernilai Ibadah.
Dari bekerja, belajar, bahkan berolahraga. Setiap keputusan yang kita buat entah
dalam keuangan, karir, juga dalam masalah dapat bernilai pahala jika kita menyertakan
Allah SWT dalam setiap pilihan yang kita buat. Dan betapa meruginya manusia
karena hanya menganggap Ibadah kepada tuhan seperti sholat, shaum, haji dsb itu
cukup. Seperti yang diperintahkan dalam surat Azzariyat 56
وَمَا
خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Kelas ini befokus untuk meningkatkan ibadah kita dalam habluminannas(hubungan
sesama manusia) juga habluminannafs(hubungan dengan diri sendiri) khususnya
dalam perencanaan keuangan. Dimana mengacu kepada Al-Quran dan hadist.
Salah satu yang mengejutkan terkait perencaaan keuangan syariah
adalah tujuaanya yang bukan financial freedom. Melainkan keamanan serta
ketenangan. Sehingga membuat kita lebih maksimal dalam beribadah lainnya. Juga mengamalkan
untuk hidup sederhana seperti Rasulullah.
Juga pentingnya belajar perencanaan keuangan adalah karena kita hidup di zaman kelimpahan informasi. Ini menjadi urgensi karena kebanyakan informasi mengarah ke hal yang negatif. seperti pamer dan hedonisme. Sehingga banyak orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai standar yang tidak masuk akal itu. Maka perencanaan keuangan syariah hadir untuk menyadarkan diri kita terkait apa saja yang kita anggap penting dalam hidup. Sehingga hal yang kita spending memang sesuai dengan apa yang kita cita-citakan.
Tapi satu yang paling kuat adalah terkait bagaimana kita
dianjurkan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang lebih besar. Dimana riba
bukan merupakan hal yang paling jahat. Namun dzalim lah yang paling parah.
Dzalim merupakan sumber kerusakan. Ini terjadi ketika hanya satu
pihak diuntungkan dan satu pihak lain dirugikan. Dan inilah yang terjadi saat
ini.
Alasan kita menyimpan uang di bank syariah bukan hanya sebagai
bentuk ikhitiar kita untuk menghindari hal yang haram(riba). Tapi juga untuk
menghindari kedzaliman. Dimana uang yang akan disimpan dalam bank konvensional
akan diputar lagi kebisnis-bisnis yang bisa dibilang haram atau lebih banyak
mudhartnnya. Yang Dimana secara tidak langsung kita berbuat dzalim apabila menyimpan
uang di bank konvensional sementara syariah tentunya sebaliknya.
Ada banyak yang bisa disampaikan. Terkait teori dan beberapa
hal lainnya. Namun yang saya sampaikan disini memang yang membekas dan dianggap
penting oleh saya terutama ketika mendapat pematerian.
Akhir kata
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dokumentasi:
ditulis oleh: Fardhon Arian


Komentar
Posting Komentar